Juli 28, 2021

Warga Masyarakat Link 9 Sei Agul Berikan Apresiasi Kepada Antonius Tumanggor

Share

Medan – Ayomedan.com : Warga masyarakat Lingkungan 9 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor, yang begitu resposif dalam menyahuti keluhan mereka.

“Bapak Antonius begitu cepat merespon keluhan kami, untuk melakukan penataan lingkungan, khususnya di lingkungan 9 ini,” kata Citra Br Nainggolan, selaku perwakilan warga Lingkungan 9 pada kegiatan Sosialisasi Peraturan (Sosper) Daerah No 4 Tahun 2012, Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang dilaksanakan Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos di Jalan Karya Mesjid Gang Tapanuli Kel Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Sabtu (26/06/2021).

Sebagaimana diketahui, puluhan tahun warga Lingkungan 9 mengeluhkan tumpatnya drainase di seputaran usaha botot di kawasan itu. Melalui Antonius Devolis Tumanggor selaku wakil rakyat, warga bermohon agar keluhan mereka diteruskan ke pihak Pemko Medan, dalam hal ini Kecamatan Medan Barat dan Dinas Pekerjaan Umum.

“Permohonan yang kami ajukan pada Januari 2021, soal penataan lingkungan di usaha botot itu akhirnya terealisasi. Artinya, Bapak Antonius selaku putra daerah Sei Agul benar-benar menginginkan penataan lingkungan di tempat kelahirannya dengan baik. Kami bangga kerja keras beliau yang sudah berusaha menyelesaikan keluhan kami. Semoga beliau dapat terus berkarya di periode selanjutnya,” kata Citra Nainggolan dan spontan mendapat aplaus dari ratusan peserta sosialisasi Perda tersebut.

Citra bersama Andi Hutasoid juga menyerahkan dokumen ucapan terima kasih warga lingkungan 9, kepada Antonius Tumanggor yang disaksikan Kepala Lingkungan 9 Amri Damanik, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis dan Kasitrantib Tobing yang hadir pada sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2012 tersebut.

Citra Nainggolan juga membeberkan adanya upaya perlawanan dari pengusaha botot (pengumpulan barang bekas), dengan meminta dukungan tanda tangan warga agar warga berpihak kepadanya.

“Tapi seluruh warga menolak. Karena warga lebih menginginkan adanya penataan lingkungan di daerahnya, khususnya di usaha botot itu yang menjadi salah satu sumber kemacatan,” bebernya.

Tak hanya itu, Citra juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang juga sangat respon dalam menyahuti keluhan warga masyarakatnya.

“Kita tahu, Wali Kota begitu serius mengurusi Medan, seperti menata kota, mengatasi banjir, kemacetan, sampah dan lainnya,” ucapannya.

Sementara itu, Antonius Tumanggor dalam sambutannya menegaskan, penataan lingkungan merupakan program dari Wali Kota Bobby Nasution.

“Intinya kita bukan untuk menutup usaha botot, tapi didasari penataan lingkungan sebagaimana permohonan warga. Wali Kota juga direncanakan akan turun ke Lingkungan 9 untuk melakukan tatap muka dengan warga, sekaligus menampung aspirasi mereka,” kata politisi Partai NasDem Kota Medan ini.

Pada Sosialisasi Perda No 4 tahun 2012 itu terlihat cukup interaktif dan berjalan dua arah. Para narasumber mencoba menjelaskan pertanyaan warga berkaitan dengan sistem kesehatan di Kota Medan. Termasuk juga dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. (ams)


Share