Juli 28, 2021

Yusniar Nababan Halau Pihak BPN, Polisi dan Kelurahan Saat Akan Mengukur Tanah Warisan Miliknya

Share

Yusniar Nababan Halau Pihak BPN, Polisi dan Kelurahan Saat Akan Mengukur Tanah Warisan Miliknya

Medan – Ayomedan.com :
Rencana petugas BPN Kota Medan bersama pihak Kepolisian dan pihak Kelurahan yang akan melakukan pengukuran sebidang tanah kurang lebih seluas 3000 meter persegi, di Jalan Bunga Sakura Lingkungan I Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Selasa (22/6/2021) siang gagal dilakukan, setelah Yusniar Nababan bersama ahli waris lainnya mengamuk serta menghalangi petugas.

Pasalnya, petugas BPN dan petugas  yang datang untuk mengukur, tidak dapat menunjukkan surat Tugas dan Surat Akta Jual Beli atas objek tanah yang mau diukur. “Masak tiba-tiba ada pihak yang mengklaim tanah milik almarhum bapaknya sudah disertifikatkan atas nama orang lain. Dan mana mungkin kami menyerobot tanah kami sendiri,” katanya dengan suara keras.

Adu mulut antara kedua pihak pun tak terelakan. Karena saat didesak para ahli waris, pihak BPN menunjukkan surat Akta Jual Beli dan petugas Polisi yang hadir tidak bisa menunjukkan surat tugas dari pimpinan, sehingga mereka memilih mundur.

“Tanah ini dibeli bapakku pada tahun 1985, dengan panjang 30 meter dan lebar 90 meter. Namun pada tahun 2001, bapak ku yang merupakan seorang PNS meminjam duit 25 juta rupiah dengan bodoh surat tanah ini kepada seorang Dokter bernama Abiran Nababan, yang merupakan sahabat karib orang tuaku sendiri,” terang Yusniar.

Namun, lanjutnya lagi, akad pinjam meminjam uang tersebut tidak ada saksinya, termasuk dari ke 7 ahli waris. “Kenapa tiba-tiba muncul sertifikat atas nama Dokter Farida Sormin yang merupakan istri dari Dokter Abiran Nababan. Dan yang menjadi pertanyaan kami, kenapa Dokter Abiran tidak mau saat hutang almarhum bapakku mau dilunasi,” urainya.

Oleh sebab itu, kami memohon keadilan kepada Bapak Walikota Medan dan Bapak Gubernur Sumut, agar persoalan ini bisa segera terselesaikan. “Sebab dari awal, kami para ahli waris siap melunasi hutang yang dipinjam almarhum bapak kami kepada Dokter Abiran. Dengan harapan surat tanah yang diborohkan atau digadaikan itu, bisa kami terima kembali,” harap Yusniar. (ams)


Share