DPRD Medan Minta Kapolrestabes Medan Brantas Judi  di Wilayah Kota Medan

DPRD Medan Minta Kapolrestabes Medan Brantas Judi di Wilayah Kota Medan

Share

Medan – Ayomedan.com: Praktek judi yang hingga kini masih marak di wilayah Kota Medan, baik itu judi “Tembak Ikan, Togel, maupun judi jenis lainnya, menuai respon keras dari dewan yang ada DPRD Medan

“Kami minta Kapolrestabes Medan tidak hanya menggulung pemain judi tembak ikan dan penulis judi togel saja, tapi harus bisa menggulung para bandar besarnya juga. Terlepas didaerah mana meraka menangkap pelaku judi tersebut, asal proses hukumnya tidak berhenti sampai mereka (Polrestabes-red) saja, namun harus  berjalan sampai vonis pengadilan,” kata Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Rudianto Simangunsong, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Rabu (6/10/2021).

Hal ini diungkapkan Politisi Partai PKS Kota Medan, terkait laporan yang diterimanya terkait penangkapan BS (35), Warga Desa Silebo Leboh, Kecamatan Kutalimbaru, terduga sebagai bandar judi Togel. Yang tak dapat berkutik ketika personil Satreskrim Polrestabes Medan menangkapnya, ketika menulis kertas togel, Selasa (5/10), sekira pukul 14.30 WIB.

“Pastinya, Komisi I DPRD Medan mengapresiasi keberhasilan Kapolrestabes menangkap agen judi togel berinisial BS. Namun kedepannya, Kapolres harus bisa berbuat yang lebih untuk membersihkan Kota Medan dari praktek perjudian. Dan hal ini pernah terjadi dimasa kepemimpinan Kapoldasu Bapak Sutanto. Dimana praktek judi apapun dan dimanapun itu, tidak bisa beroperasi,” tegasnya.

Oleh sebab itu, sambung Rudiyanto, langkah tegas yang harus diambil oleh Kapolrestabes didalam menertibkan praktek perjudian di Kota Medan diantaranya.

“Yang Pertama, Kapolres harus bisa meniru pimpinan kepolisian terdahulu (Sutanto-red) yang sukses membuat masyarakat Kota Medan nyaman dan tenang, tanpa ada gangguan dari pelaku judi, narkoba dan begal. Kedua, berantas pemain judi, pemakai narkoba dan para bandarnya tanpa memikirkan “kepentingan” pihak manapun. Giring mereka sampai menjalani proses hukum yang setimpal dengan perbuatannya. Dan yang Ketiga, bersikap “humanis” didalam melayani masyarakat. Terima dan proseslah pengaduan masyarakat secara baik, apalagi pengaduan yang tersebut sudah mengancam keselamatan mereka di tempat tinggal mereka sendiri. Lindungi mereka yang berniat membantu kinerja pihak Kepolisian,” pungkasnya. (ams)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *