Dame Duma Laksanakan Sosperda di Dua Kelurahan Berbeda

Dame Duma Laksanakan Sosperda di Dua Kelurahan Berbeda

Share

Medan – Ayomedan.com: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung kembali mengingatkan masyarakat  Kelurahan Helvetia agar selalu mewaspadai penularan virus Covid-19.

Wakil Rakyat dari Dapil I ini menambahkan, bahwa saat ini sudah ditemukan virus sejenis Corona bernama Omicron. “Virus Omicron ini berasal dari negara Afrika Selatan dan kabarnya telah ada menyebar di beberapa negara,” kata Duma dihadapan ratusan masyarakat yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Perda (Sosperda) No 4 Tahun 2021 sesi pertama, di Jalan Beringin II Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia, Senin (6/12/2021) mulai pukul 11.00 wib hingga selesai.

Pemerintah Indonesia saat ini, sambung Duma, sudah mengantisipasi penyebaran virus Omicron, dengan tidak menerima kedatangan turis asing, terutama dari negara Afrika.

“Kita mendapat kabar bahwa virus jenis Omicron lebih cepat penularannya dari pada Covid19 sebelumnya. Tapi gejalanya sama dengan virus Corona,” jelasnya.

Masalah BPJS Kesehatan, Duma juga menghimbau agar warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan agar segera mengurus segera.

“Berikan berkas kepada tim saya,  agar nanti saya usulkan ke Dinas Kesehatan Kota Medan,” ujarnya..

Dzaky menjelaskan, saat ini pelayanan dan jam operasional di Kantor cabang BPJS Kesehatan untuk masyarakat memang terbatas. Namun, bagi masyarakat yang belum terlayani, silahkan akses aplikasi PANDAWA.

Plt Camat Medan Helvetia, Ki Alex Sinulingga mengungkapkan, dengan kegiatan Sosperda hari ini masyarakat bisa menyampaikan permasalahan tentang kesehatan yang dihadapi.

“Kebetulan saat ini hadir petugas dari BPJS Kesehatan. Dan saat ini pelayanan vaksinasi juga dilakukan oleh pihak Kelurahan dari door to door. Dan tak kalah pentingnya, untuk pengangkutan sampah, petugas tetap mengambil sampah mulai pukul 06.00 wib -07.00 wib jelasnya.

Sesi tanyak jawab

Jhon Bahtiar warga Bringin VIII mengatakan, dirinya telah mendaftarkan anaknya yang kembar ke BPJS Mandiri melalui online. “Tapi yang terdaftar hanya satu anak. Ketika di Indomaret saya bayar iurannya, nama anak saya datanya ada. Tapi saat anak tersebut sakit, pihak rumah sakit menolak merawatnya, karena kartu BPJS tanda kepesertaan tidak ada sampai saat ini.

Menjawab hal ini, Dzaky mengatakan kalau masyaraka mau berobat tanpa kartu BPJS itu bisa. “Asalkan menunjukkan tanda pendaftaran yang sudah dilakukan melalui JKN Mobile,” tuturnya.

Sedangkan Sri Astuti, warga Jl. Setia Luhur, mengeluhkan pelayanan petugas Puskesmas Helvetia, yang mempersulit dirinya saat mengambil surat rujukan ke RS Hermina buat anaknya yang menderita TB Tulang. “Apakah memang seperti ini prosedur dari pihak BPJS Kesehatan ya Pak,” ketusnya.

Menjawab keluhan Ibu Sri Astuti, Dame Duma mengambil inisiatif akan langsung turun untuk mengantarkan anak tersebut. “Masalah anak ibu menjadi prioritas, dan saya sendiri yang akan membawa ke Rumah Sakit Royal Prima,” imbuhnya.

Diakhir kegiatan Sosperda, Duma meminta masyarakat apabila ada permasalahan silahkan datang kerumahnya. “Saya siap membela masyarakat apabila benar,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Dwikora drg. Andy Renaldy,  Plt Camat Medan Helvetia Alex Sinulingga, Lurah Helvetia Sofyan Shauri Nasution
Perwakilan BPJS Kota Medan M Dzaky, UPT Dinas PU Wilayah Barat Wawan Setiawan.

Selanjutnya Dame Duma Sari Hutagalung juga menggelar SosPer sesi ke II, membawakan Perda yang sama di hari yang sama di Jl. Restu Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Medan Helvetia, Senin (4/12/2021) pukul 15.30 wib hingga selesai. Hadir ditempat itu, mewakili Dinas Sosial Supriadi, sejumlah Kepling, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan warga.

Disesi II Sosper Dame Duma ini, kembali dihadiri Pihak BPJS Kesehatan M Dzaky, Dinas Sosial Linda Silalahi, Lurah Helvetia Timur diwakili YH Siagian dan Kepling VII Zulfikar.

Disini Duma kembali menampung keluhan warga, sembari terus mengingatkan masyarakat akan pentingya BPJS Kesehatan bagi dirinya dan keluarga.

Nana warga Jl. Setia Luhur mengeluhkan pelayanan periksa USG, untuk rahimnya yang mengalami masalah. “Menurut dokter, untuk USG kedua harus berbayar sekitar 120 -150 ribu. Sementara saya orang susah, uang dari mana untuk membayarnya,” jelasnya.

Menjawab hal ini, pihak BPJS akan menanyakan langsung ke Rumah Sakit terkait, mengenai kebijakan tersebut. “Nanti serahkan data-data ibu Nana kepada kami, agar bisa kami pertanyakan hal tersebut,” terang Dzaky.

Sementara itu,  Ari Hutagalung (Pak Daeng) Warga Lingkungan VII, mengeluhkan lubang besar dipersimpangan Jalan Restu dan Persatuan, yang sering mengambil korban. “Mohon perhatian dari Ibu Dewan atas permasalahan ini. Termasuk pemasangan lampu jalan di tempat yang sama,” pintanya.

Atas permintaan warga tersebut, Dame Duma menyuruh agar warga membuat surat permohonan kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan. “Serahkan kepada staf saya, biar surat tersebut langsung diserahkan ke Dinas tersebut,” terangnya.

(ams-Red)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *