PUD Pasar Kota Medan Bayar 50 Persen Tunggakan THR Karyawan di Tahun 2020 Lalu

PUD Pasar Kota Medan Bayar 50 Persen Tunggakan THR Karyawan di Tahun 2020 Lalu

Share

Medan – Ayomedan.com: PUD Pasar Kota Medan membayar 50 Persen tunggakan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan muslim yang sempat tertunda pada tahun 2020 lalu.

Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan Suwarno mengatakan, terbayarnya tunggakan ini bentuk keseriusan jajaran direksi baru, yang mampu menyelesaikan tunggakan 50 persen THR karyawan.

Suwarno juga berharap, agar kinerja seluruh pegawai dan karyawan di PUD Pasar Kota Medan dapat ditingkatkan, sehingga pendapatan PAD PUD Pasar kedepannya dapat tercapai dengan maksimal.

“Alhamdulillah, telah kita bayarkan tunggakan tersebut dengan total Rp1,3 miliar lebih. Kita berharap, ini semakin merangsang semangat karyawan dalam bekerja,” ucapnya pada wartawan yang didampingi Direktur Operasional Ismail Pardede, Direktur Keuangan/Administarsi Fernando Napitupulu dan Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Imam Abdul Hadi, usai penyerahan secara simbolis kepada dua karyawan, Jum’at (3/1/2021).


Suwarno menambahkan,  pembayaran THR yang sempat tertunda ini dilakukan usai apel di halaman kantor, Pasar Petisah lantai III, Medan, Rabu (1/12/2021). Di kesempatan yang sama, karyawan non-Muslim juga menerima THR untuk Natal 2021.

Ditambahkannya, terlaksananya pembayaran THR ini merupakan buah kolaborasi direksi dan karyawan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dan capaian PUD Pasar Kota Medan.

“Ini kewajiban perusahaan membayar THR 2020 yang tertunda,” jelasnya.

Suwarno menegaskan, seluruh jajaran jangan coba-coba ‘bermain’, termasuk melakukan pungutan liar (pungli).

“Oknum yang kedapatan melakukan pungli, pasti kami beri sanksi tegas. Mari sama-sama menjalankan visi dan misi seperti yang digaungkan Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution,” harapnya.

Direktur Operasional Ismail Pardede juga menambahkan, pihaknya terus berupaya menggali potensi-potensi pendapatan yang selama ini terabaikan. Terbukti, kolaborasi menggali potensi pendapatan itu berhasil diwujudkan dengan pembayaran THR yang tertunda.

Direktur Keuangan/Administarsi Fernando Napitupulu juga mengungkapkan, di awal direksi masuk ke PUD Pasar pada 22 September 2020, saldo yang ada hanya Rp400 jutaan.

“Sekarang kami mampu meningkatkannya hingga 10 kali lipat. Hal ini kembali kami coba tingkatkan lagi, khususnya pada saat panen pedagang di akhir tahun,” tuturnya.

Sedangkan Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Imam Abdul Hadi memastikan, pihaknya menerapkan reward and punishment berjalan seiring terhadap 750 karyawan dari 53 pasar.

Selain peningkatan disiplin melalui zoom meeting pukul 07.45 WIB dan 15.45 WIB, direksi senantiasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar. “Kami menjanjikan reward berupa jenjang karier bagi karyawan berprestasi dan hukuman bagi yang bersalah,” sebutnya.

Sementara M Sidebang, mewakili karyawan non Muslim dan Fara A Rangkuti, mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Direksi PUD Pasar Kota Medan.

“Ini pemecah rekor, pemberian THR tercepat selama 31 tahun saya bekerja di PUD Pasar Kota Medan. Biasanya diserahkan dua minggu  menjelang Natal,” aku Sidebang.

Sedangkan Fara merasa terkejut menerima THR yang tertunda. “Alhamdulillah, kami yakin perusahaan ini semakin maju di bawah kepemimpinan direksi baru,” pungkasnya. (ams-Red)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *