AyoMedan.com - Medan, Pemko Medan terus berupaya dalam mendongkrak para pelaku UMKM untuk ikut membantu memasarkan seluruh produksi sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
"Pemko Medan dalam hal ini terus berupaya meningkatkan mutu produk nya, sekaligus pemasaran," kata Kadis Koperasi dan UMKM Medan, Benny Iskandar Nasution dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPRD yang dipimpin Sekretaris Komisi 3, David Roni Ganda Sinaga SE, dan Wakil Ketua Komisi 3, HT Bahrumsyah dengan Anggota Komisi 3 DPRD Medan, diantaranya Hj. Sri Rezeki, Doli Indra Rangkuti, Godfried Effendi Lubis, Dodi Robert Simangunsong dan Eka Afrianta.
Menjawab pertanyaan Anggota Komisi 3 DPRD Medan, seperti Hj. Sri Rezeki, Doli Indra Rangkuti, Godfried Effendi Lubis, Dodi Robert Simangunsong dan Eka Afrianta yang sama menanyakan keberadaan perusahaan waralaba Berastagi Supermarket dan Hotel, Benny menegaskan turut membantu memasarkan produk UMKM.
Namun, Benny menyebut ada juga yang tidak menerima produk UMKM tersebut, seperti Hotel Adi Mulia dan JW Marriot. Dimana kedua hotel ini tidak mau menerima, dengan alasan harus izin dengan pemilik hotel dari Amerika.
"Padahal dari segi kualitas produk, kami menjamin telah mendapatkan lisensi dari mutu pengemasan termasuk jaminan halalnya, serta prosesnya kepengurusan gratis oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan," ucapnya.
Benny pun menambahkan, selain hotel, Berastagi Supermarket maupun perusahaan waralaba Indomaret, Alfamart, Alfamidi atau sejenis, menerima produk UMKM untuk dipasarkan di tempat mereka.
Mendengar hal itu, pimpinan rapat yang juga David Roni Ganda Sinaga, menyatakan seharusnya kedua hotel tersebut ikut juga berkontribusi dalam meningkatkan produk UMKM.
"Seharusnya mereka ikut membantu produk UMKM, terlebih produk yang ditawarkan juga telah terjamin mutunya. Untuk diharapkan perlu adanya kordinasi Dinas Koperasi dan UMKM dengan Dinas Pariwisata Kota Medan supaya sinerji," tandas David.
Politisi PDIP ini menyebutkan, dengan mempromosikan produk UMKM ini tentunya menjadi ciri khas Kota Medan, dengan kata lain para pengunjung hotel membeli produk untuk oleh-oleh saat kembali ke daerah asalnya.
"Komisi 3 DPRD Kota Medan bakal mengagendakan dan mengundang pihak Hotel Adi Mulia dan JW Marriott, termasuk juga Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Pariwisata terkait permasalahan penolakan tersebut," pungkasnya, seraya menyebutkan Komisi 3 DPRD Medan siap memberikan support kepada Dinas Koperasi dan UMKM. (A-Red)