AyoMedan.com - Medan,
hari ini kita melakukan reses II masa sidang II tahun 2024-2025 sesi kedua di Jalan Setia Budi No.1 Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Senin (24/02/2025) pukul 10.00 WIB, untuk menjemput aspirasi dari bapak-bapak ibu-ibu yang hadir di sini.
"Karena kalau saya enggak turun, saya enggak tahu apa permasalahan yang ada. Keluhan itu nanti akan kami sampaikan langsung ke Presiden Prabowo," ucapnya.
Seperti yang disampaikan oleh warga Jalan Masjid, bahwa di daerah tersebut kerab terjadi banjir. "Tapi banjir itu bukan akibat ulah masyarakat sendiri. Karena parit yang tadinya terbuka, ditutup oleh masyarakat. Sehingga di kolong parit terjadi penyumbatan akibat sampah yang menumpuk," jelasnya.
Duma menambahkan, kekosongan blanko KTP juga menjadi masalah serius saat ini. Sebab, menurut informasi kuota pencetakan KTP kuotanya hanya 250 per hari.
"Kita juga tidak bisa memaksa mereka, karena memang blangkonya yang tidak ada. Tapi saya bilang ke pihak kelurahan, lihat yang mana yang betul-betul membutuhkan (Urgent) saja di utamakan.
Apalagi sebentar lagi kita akan menjalankan ibadah puasa, Dame Duma minta pihak Dishub Medan agar melakukan perbaikan LPJU milik Pemko Medan.
"Jangan sampai saat masyarakat mau melaksanakan shalat subuh ke Masjid, jalan yang dilalui gelap. Sehingga nantinya timbul permasalahan, baik itu kecelakaan maupun tindak kejahatan," katanya.
Dame Duma juga minta penjelasan dari Dinas Sosial terkait program UHC atau BPJS gratis.
"Saya paling sering mendapat keluhan atau pengaduan masyarakat yang berobat ke rumah sakit atau puskesmas sering di persulit.
"Untuk itu saya minta pihak BPJS Kesehatan dan Dinsos untuk mengimbau pihak puskesmas dan rumah sakit untuk melayani masyarakat dengan baik," tegasnya.
Sementara itu, Linda Silalahi mewakili Dinas Sosial menjelaskan sedikit mengenai BPJS gratis.
"Penerima BPJS gratis itu harus terdata di database Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Apabila namanya sudah terdata, baru bisa mengusulkan dari tanggal 1 sampai tanggal 10 setiap bulannya," jelasnya.
Sedangkan untuk UHC, biasanya itu yang lebih ke urgent. "Kalau urgent langsung ke rumah sakit ke bagian gawat daruratnya (IGD). Tapi bagi yang PBI tidak punya UHC, bisa memakai unregister ke rumah sakit Pirngadi milik Pemko Medan," tuturnya.
Sebelum kegiatan reses berakhir, Dame Duma menyampaikan apabila warga sudah memiliki anak, tolong masukkan langsung ke dalam KK.
"Saya juga manusia, tidak bisa juga setiap saat langsung pergi ke Disdukcapil untuk memasukkan anak itu ke KK bapak ibu. Tertib administrasi itu perlu," tutupnya.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Yuliana E Harahap (Dishub), Jon Piter Silalahi (Disdik), Usman Surbakti (Disdukcapil), Endah Nurwahyuni (Sekretariat DPRD Medan), Andreas Zebua (BPJS Kesehatan) dan Untung SM (Kecamatan).
Diakhir kegiatan reses, selain sesi foto bersama, Dame Duma kembali memberikan seminar kit, nasi dan kue kotak. (A-Red)